11
NOV
2014

Catatan Kecil: Belajar di Belanda (Bag. 4 : Evi Novia)

bld

 

Invoice Comes

 

Sekitar 2 minggu penantian kabar dari Saxion, maka hadirlah invoice yang berisi penagihan bayaran untuk housing, asuransi kesehatan, visa, dan deposit.

 

 

invoice novi

 

 

Begitulah invoice itu dilampirkan di email. Yang membuatku kaget, ternyata banyak sekali ya padahal ini tidak termasuk uang kuliah atau tuition fee. Housing di Belanda cukup mahal. Total habis 3670 euro dan apabila di rupiahkan dengan kurs waktu itu kurang lebih menjadi Rp 51 jt an. Dalam hati bercanda dengan uang segini aku sudah bisa kuliah gratis sampai lulus di IT Telkom bahkan lebih.

 

Informasi ini langsung aku sampaikan kepada fakultas untuk kemudian dibayarkan. Terima kasih Bu Endah, Pak Deden, Bu Mia, Pak Haris, Pak Wiyono, Pak Rino, dan semua orang yang terlibat dan membantu urusanku ini. Aku saying kalian semua.

 

Visa, Yes!

 

Setiap pendatang atau penduduk asing yang akan berkunjung ke luar negeri harus mempunyai VISA. Pengalamanku mengurus visa ini diwarnai dengan berbagai kendala. Jalan ini memang tidak ada yang selicin lantai ice skating. Ini adalah urusan yang paling menyita waktu dan membuat keberangkatanku tertunda hingga satu minggu. Ketika kamu nanti akan mengurus visa, maka harus dipersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik, benar dan tepat. Ini menjadi tanggung jawab kamu sendiri, bukan bapak, ibu, atau nenek ya.

 

Sebagai student exchange yang akan tinggal lebih dari 3 bulan di Belanda, tidak hanya cukup dengan menggunakan visa kunjungan. Karena visa kunjungan tersebut hanya berlaku selama 3 bulan saja, maka yang kubutuhkan adalah residence permit dan Visa Machtiging tot Voorlopig Verblijf (MVV).

 

Dalam pengurusan MVV dan Residance Permit ke Imigrasi Belanda, mahasiswa Saxion UAS akan di bantu oleh pihak universitas, jadi dari Indonesia mengirimkan berkas – berkas dalam bentuk softcopy (scan by email) dan berkas asli. Berkas softcopy ini dikirimkan terlebih dahulu agar pihak Universitas bisa mengecek kelengkapannya sebelum hardcopy dikirim agar tidak mengirim hardcopy bolak baik, selain tidak efisien waktu, biaya kirim ke luar negeri juga cukup mahal. Berkas persyaratan tersebut terdiri dari:

 

  • Payment of the total package fee (including housing, visa and insurance) Kirimkan bukti pembayaran sesuai invoice dari kampus
  • Proof of Financial Means Proof of Fincancial Means adalah surat pernyataan pemberi beasiswa bahwa pihak tersebut akan memberikan beasiswa kepada xxx dengan jumlah xxx (form lebih lengkap ada di appendix). Berkas yang harus dipersiapkan untuk point 2 ini yaitu:

 

 

  1. Fotocopy Passport Pemberi Jaminan/ Beasiswa
  2. Bank Statement Rekening Penjamin/ Pemberi Beasiswa. Bank Statement ini bisa diperoleh di Bank dimana penerbitan rekening tersebut dilakukan. Dokumen yang diperlukan yaitu buku tabungan/ kartu ATM, KTP Pemegang Rekening, KTP Penerima Beasiswa, dan formulir pengajuan yang bisa di dapatkan di bank. Lebih baik yang datang dan mengurus Bank Statement ini adalah yang punya rekening sendiri. Untuk biaya layanannya di Bank Mandiri bayar Rp 50.000.

 

  • Dua (2) fotocopy passport yang valid di halaman yang berisi data diri dan halaman yang berstempel.
  • Dua (2) Foto Passport (untuk eropa ukuran 3.5 x 4.
  • Ketentuan foto dapat dilihat pada link berikut:            http://www.saxion.edu/static/filebank/08cbdbe19d303ae312babc22bd7912ed/photocardmatrix.pdf
  • Immigration Application Form (Appendix 2)
  • IND Passport Picture Form (Appendix 3)
  • Antecedents Certificate (Appendix 4**)
  • For Chinese students only: Original NUFFIC (former NESO) certificate Lampiran dan segala informasi lebih lanjut dapat dibaca pada http://www.saxion.edu/static/filebank/859a0a829fe808448c49e41b7478784f/categorie-3.pdf

 

Apabila dokumenmu telah diterima oleh Universitas di Belanda, maka pihak universitas tersebut akan mendaftarkanmu ke imigrasi belanda (IND). Kurang lebih 2 minggu setelah pendaftaran, apabila kamu memenuhi persyaratan dan tidak ada masalah maka kamu akan mendapat email dari Universitas yang berisi file number dan v – number. Pada email tersebut juga, kamu diminta untuk menghubungi embassy Belanda yang ada di Indonesia (Jakarta). Proses berikutnya setelah approval visa dari imigrasi Belanda adalah datang ke Embasy Belanda, Jalan HRRasuna Said Kav.S-3. Jakarta 12950. Berkas yang harus dibawa disana adalah:

 

  • Passport asli + fotocopy
  • Foto Passport 3.5 x 4.5 (apabila tidak ada foto maka bisa foto di stand foto yang disediakan di Kedutaan dengan membayar 50ribu)
  • Form Permohonan MVV (bisa didapatkan online atau mengisi langsung di Kedutaan) Dikedutaan ini MVV hanya dilayani dari jam 8 pagi sampai jam 11 siang pada hari Senin – Jumat jadi usahakan datang pagi ya. Disana prosesnya tidak terlalu lama, waktu itu aku hanya penyerahkan berkas tersebut dan mengambil passportku yang sudah berisi visa pada keesokan harinya jam 3 sore di tempat yang sama.

 

 

Akhirnya perjalanan panjang pembuatan visa ini berbuah manis, yihaaa. Selembar stiker dan stempel kedutaan Belanda di Indonesia sudah didapat. Alhamdulillah. Saatnya terbang ke Belanda. (to be continued)

Copyright © 2014 Telkom University